Sunday, September 2, 2012

Beberapa Kata


Saya adalah orang yang sering memikirkan tentang pengartian atau pemaknaan sebuah kata. Saya suka mempertimbangkan pembawaan rasa yang dibawa oleh suatu kata. Dan kadang tanpa saya sadari, saya sering mencoba untuk menemukan latar belakang sosial munculnya suatu istilah. Beberapa kata ini, dulu dan sekarang, setelah saya menjadi seorang mahasiswa baru, saya rasa memiliki pemaknaan berbeda bagi saya.
1.      1. House dan Home
Dulu saat saya pertama kali mengenal bahasa inggris saya mengenal 2 kata itu. Saya tau bahwa arti keduanya adalah rumah. Saya selalu berpikir bahwa 2 kata itu hanya berhubungan sebagai sinonim, sehingga dalam penggunaannya saya sering menggunakan mereka konteks yang sama. Tapi saya baru saja mengerti bahwa mereka berbeda. House is merely a house. It is a building where people can live, either it is alone or altogether. But home, is not a house. It can be a house but it is not always a house. Home is where you can find people who can accept you for all who you are. With all your weakness and strength. When you feel full, suck, fatigue, there are some people whom you can cry with, laugh, share your pain, calm you, and say that everything is okay, that you can still carry on. That is home. That is why, even when you’re afar from a place where you are used to living, you don’t feel that you are in a strange place. Because there are people who can be home to you
2.   2.    Be yourself
Saya dulu selalu tidak suka dengan kata ini karena bagi saya kata tersebut menunjukkan suatu kepribadian yang tidak bersedia untuk berubah menjadi lebih baik, sehingga saya lebih memilih untuk menggunakan kata “ be your better self”. Tapi saya baru tau bahwa kata “ be your better self” dengan kata “be yourself” memiliki konteks yang berbeda. Kata be yourself digunakan untuk mereka yang hidup dalam keberagaman, diversity. Ketika kamu berada dalam suatu komunitas, dimana kamu harus menghabiskan banyak waktu dengan mereka. Bukan kamu harus berubah menjadi mereka agar menjadi diantara mereka. Kebiasaan suatu komunitas tidak bisa dibenarkan tanpa suatu pemikiran yang objektif dan rasional. Dan tidak semua komunitas yang kamu masuki setiap harinya memiliki pengaruh yang baik. So, just be yourself when you’re with them. Let them respect you for who you are. You are not totally wrong, you’re not totally right. Keep on learning to always find the truth inside everything. Find the right value. Don’t be afraid to be you, because you are you. But still don’t forget to keep improving yourself. And if you have a basic for what you believe, keep going. Don’t waver just because there are people who look down on you because you are different from them. People tend to make relationship with those who are similar to them, but if you are different in the right way, KEEP GOING and STAY BEING OBJECTIVE !
3.      3. Pluralism
Saya disini akan membahas tentang pluralisme dalam konteks sosial dimana memiliki arti yang lebih condong pada suatu toleransi bukan berati pembenaran semua hal yang berlawanan. Find your faith, keep holding on it, but still respect other. Respecting each other is a must . Don’t look down upon others. If you find them wrong, you choose whether you are gonna fix them for the better in the best way or just stay out of it. There is no used of mocking and bad-mouthing others.
Ini yang pingin saya tulis dalam postingan saya ini.
 GUYS ! Keep Going to STAND UP for the RIGHT!