Saturday, June 8, 2013

kami memang bodoh

kami memang bodoh
karena kami memang anak yang tak mau sekolah
pendidikan tak berarti bagi kami
bagaimana tidak ?
makan setiap hari saja kami tak pasti
percuma kami pintar kalau kami tak bisa hidup

kami memang bodoh
sekolah tak menarik bagi kami
sekolah favorit yang katanya berstandar dan berfasilitas tinggi tak mampu kami jangkau
sekolah yang mampu kami jangkau sudah merendahkan kami bahwa kami bodoh
mereka berpikir kita tidak mau belajar, atau mereka yang tak mau mengajar anak bodoh seperti kami

kami memang bodoh
belajar tak menarik bagi kami
bagaimana mungkin belajar bisa menarik bagi kami?
ketika setiap hari kami diberi tayangan FTV yang menggambarkan hal yg lebih menarik
hidup bersenang - senang, mengejar cinta dan patah hati, menjadi gaul dengan berfoya - foya

kami memang bodoh
kami suka menonton tv yang memberikan tayangan tak berarti
mau bagaimana lagi
uang kami tak mampu menjangkau hiburan yang lebih dari ini

kami memang bodoh
kami tak punya uang
namun jika diberi
gadget lebih menggoda daripada makan sehari hari
bagaimana tidak ?
kami juga ingin memiliki hal yang mereka gambarkan harus kami miliki
lapar kan sudah biasa
tapi kemampuan memiliki gadget mampu menghapuskan rasa sakit hati kami
mungkin dengan memiliki ini, kami bisa sedikit dihargai

kami memang bodoh
tapi bukan sepenuhnya salah kami
bukankah tayangan, gambaran hidup, dan sistem yang dibuat orang kaya itu yang membodohkan kami?
kami hanya orang bodoh yang tak mampu memilih
mereka bilang kami cuman mengeluh, mereka bilang kami salah berpikir
kami menerima apa ucapan mereka
kami memang bodoh hingga selalu mengeluh dan salah berpikir
tapi bukankah mereka yang sengaja membodohi kami ?
kami tidak meminta tayangan, gambaran, dan sistem yang mereka tampilkan
tapi itu kenyataan yang kami temui setiap hari
kan kami memang orang yang bodoh, kan mereka orang yang pintar
harusnya mereka yang tau kalau apa yang mereka lakukan membodohkan kami
kalau kami tak tau, itu kan wajar, karena kami memang bodoh

kami memang bodoh
tapi bukan sepenuhnya salah kami