Saturday, September 21, 2013

AMBI

Ambi ? ya Ambi adalah singkatan dari kata ambisius .
Ambisius ? ya sebutan bagi orang yang ber ambisi
Ambisi ? kata KBBI ambisi itu keinginan (hasrat, nafsu) yg besar untuk menjadi (memperoleh, mencapai) sesuatu (spt pangkat, kedudukan) atau melakukan sesuatu: ia mempunyai -- untuk menjadi duta besar; pengabdiannya penuh dedikasi, tanpa -- pribadi;
Ambi ? kalo di UI mungkin sebutan bagi mahasiswa yang sangat ingin mendapat nilai A
Ambi , beberapa orang menempelkan stigma negatif pada kata sifat ini . padahal jika kita telaah lagi, menjadi ambi hanyalah menjadi orang yang sangat berkeinginan untuk menjadi atau memperoleh sesuatu.
Sering saya dengar kata kata seperti ini
“ ih lo ambi banget sih ? “
“iya dia itu gitu ambi banget, jangan sama dia lah”
“jadi mahasiswa tu gak usah ambi ambi , santai aja “
“eh lo jangan ambi banget dong”
Dari kata – kata itu, saya gagal mengerti kenapa menjadi ambi adalah sesuatu yang salah di mata mereka . saya menulis ini, bukan untuk memberi justifikasi pada diri saya sendiri. Tapi mungkin karena saya orang ambi, saya terkesan pro pada mereka ambi. Karena saya, orang ambi, juga memiliki alasan kenapa saya seperti ini.
Saya ambi . mungkin saya disebut begini karena saya belajar terlalu keras. Jika itu alasan kenapa saya disebut ambi saya memiliki beberapa alasan untuk hal ini
1.      Saya kuliah di tempat yang jauh dari rumah saya , untuk kuliah disini , ibu saya harus sendiri dari pulang kerja hingga berangkat kerja lagi di pagi hari. Untuk ibu saya yang kesepian karena merelakan anak – anaknya belajar di tempat terbaik untuk menjadi manusia bermanfaat nantinya , bisakah saya mengecewakan pengorbanannya hanya dengan bermalas – malasan ? tidak, saya harus belajar .
2.      Setiap saya berhasil mendapatkan suatu prestasi, saya melihat senyum bahagia dari mereka yang sangat saya cintai. Untuk bisa melihat mereka yang saya cintai selalu tersenyum, bila saya bisa membahagiakan mereka seperti ini, saya akan belajar lebih keras lagi
3.      Mereka yang percaya pada saya , mendoakan kesuksesan saya , bekerja untuk membuat saya bahagia , saya tidak akan mengecewakan mereka. Saya tidak akan menyakiti harapannya . untuk itu, saya belajar lagi
4.      Saya adalah seorang mahasiswa yang hidup dengan beasiswa. Beasiswa yang diberikan pada saya dari diterima hingga lulus nanti hampir berjumlah 100 juta rupiah. Jumlah yang besar bagi saya. Dan jumlah ini bisa digunakan untuk membeli 10.000 kg beras, atau membeli 6666, 667 liter air mineral yang tentu saja sangat berguna bagi masyarakat miskin di Indonesia. Tapi uang ini diberikan untuk pendidikan saya. Jika saya tidak belajar, bukankan masyarakat miskin kehilangan haknya atas 10.000 kg beras dan 6666, 67 liter air mineral ? saya harus belajar
5.      Alasan saya yang paling utama , karena Allah memerintahkan untuk hambaNya untuk menjadi khalifah yang mampu mengatasi permasalahan di bumiNya . untuk menjadi khalifah yang seperti itu, atau setidaknya agar bisa menjadi khalifah bagi saya sendiri, saya membutuhkan ilmu. Sekali lagi saya harus belajar.
6.      Lebih dari rentetan nilai A dalam akun akademis saya, walaupun tidak dipungkiri saya menyukainya, tapi ada hal lain yang saya tuju . simple, saya ingin menjadi orang yang berguna. Saya tidak sepintar dan sehebat mereka yang mampu berkarya tanpa harus belajar dengan keras. Bila saya harus rajin dan belajar agar dapat memberi manfaat di kemudian hari, maka saya bersedia mengambil jalan ini. Semoga ilmu yang saya tuntut dapat bermanfaat bagi siapapun yang membutuhkan saya nanti.
Saya cukup tau bahwa belajar tidak hanya terbatas pada membaca buku, membuat ringkasan untuk ujian, namun lebih dari sekedar itu. Karena itu saya belajar lebih keras lagi, berusaha berpikir mengenai yang ada dan mencari makna dari apapun yang ada di sekitar saya.
Belajar memang tidak senaif duduk di atas kursi dan membaca buku. Namun duduk di atas kursi dan membaca buku juga merupakan belajar. Saya memiliki alasan untuk menjadi ambi, kenapa saya belajar dan bekerja sekeras ini.
Walau saya ambi, saya pun sebenarnya juga sering kalah oleh rasa malas yang menguasai diri. namun saat kemalasan itu datang menghampiri, saya mengingat kembali, kenapa saya menjadi ambi .

Sebut saja saya ambi , saya tidak akan rendah diri.

Untuk mereka yang mencintai saya, mendoakan keberhasilan saya, menaruh harapan pada saya, saya tidak ingin mengecewakan mereka 

No comments:

Post a Comment